Kadang Perkataan Dukun Benar


PERKATAAN DUKUN TERKADANG BENAR


Telah nyata larangan dalam agama Islam tentang larangan mendatangi dukun dan sebangsanya, tetapi mengapa banyak orang yang percaya terhadap perkataan dukun? Ternyata  sebagian manusia itu terpedaya dengan sebab perkataan dukun itu karena terkadang sesuai dengan kenyataan.

Sesungguhnya sebagian dukun itu meminta pertolongan kepada jin untuk mengetahui pencuri, tempat barang hilang, masalah pasiennya dan sebagainya. Jin-jin itu juga memberitahukan bahwa Fulan akan datang hari ini atau besok, bahwa Fulan datang dengan keperluan ini atau itu, dan semacamnya.

Jika kâhin berkata benar, dalam perkara yang akan terjadi, maka itu adalah satu kalimat dari jin hasil curi dengar dari malaikat.

Atau dukun mengucapkan kalimat-kalimat umum yang bisa ditafsirkan dengan semua kejadian. Atau mereka bersandar kepada pengalaman dan kebiasaan, atau persangkaan. Namun sesungguhnya kebenaran dari perkataan dukun itu sangat sedikit dibandingkan dengan kebohongannya.

Hal ini juga disebutkan di dalam hadits-hadits shahih yang lain, antara lain sebagai berikut :

Dari ‘Urwah, dia mengatakan: ‘Aisyah berkata: “Orang-orang bertanya kepada Rasulûllâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang para dukun/peramal, maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka: “Mereka tidak benar/batil”. Para Sahabat mengatakan: “Wahai Rasûlullâh, sesungguhnya para kahin itu terkadang menceritakan sesuatu yang menjadi kenyataan”. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Itu adalah satu kalimat dari jin, jin mencuri dengar kalimat itu, lalu membisikkannya pada telinga wali (kekasih)nya seperti berkoteknya ayam. Kemudian para dukun itu mencampur pada kalimat itu lebih dari seratus kedustaan”. [HR. Muslim, no. 2228]

Ada juga cara lain yang syetan lakukan untuk mencuri berita langit, sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Aisyah berikut ini :

Para malaikat saling berbicara di atas awan-awan yang gelap tentang berbagai urusan yang akan terjadi di bumi, lalu didengar oleh setan-setan.  Kemudian setan-setan itu membisikkannya pada telinga para dukun sebagaimana botol ditiup, lalu setan-setan itu menambah urusan yang didengarnya itu dengan 100 kedustaan.” (HR. Bukhari no. 3288).

Dari penjelasan ini, mengetahui bahaya perdukunan, semoga Allâh selalu menjaga kita dari kesesatan-kesesatan. 

Aamîn. Wallâhu al-Musta’an

Comments

Popular posts from this blog

Biaya Ruqyah

Tempat Ruqyah Di Surabaya

Ruqyah Syariah Surabaya