Dzikir Pembentengan Diri

Allah telah menyariatkan kepada para hamba-Nya apa yang dapat mereka jadikan perisai dari keburukan sihir sebelum terlaksana, dan Dia menjelaskan kepada mereka apa yang bisa menyembuhkannya setelah sihir tersebut terlaksana, sebagai rahmat dari-Nya untuk mereka, karunia dari-Nya untuk mereka, dan menyempurnakan nikmat-Nya atas mereka, yaitu hal-hal yang diperbolehkan secara syar’i.

Membentengi dari bahaya sihir sebelum terlaksana

Yang terpenting dan paling bermanfaat ialah membentengi diri dengan dzikir-dzikir syar’i, doa-doa, dan ta’awwudzat ma’tsurah. Di antaranya : 

1. Membaca ayat Kursi seusai shalat wajib, setelah dzikir-dzikir disyariatkan setelah salam, dan membacanya ketika akan tidur. 

2. Baca Qul huwallahu ahad (3X,)Qul a’udzu birabbil falaq (3X), dan Qul a’udzu birabbin nas (3X) setiap selesai shalat wajib. 

3. Membaca ketiga surah tersebut (3 kul) masing-masing tiga kali di awal siang sesudah shalat Shubuh dan pada awal malam setelah shalat Maghrib.

4. Membaca dua ayat akhir surah Al-Baqarah pada awal malam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

Barangsiapa membaca ayat Kursi pada suatu malam, maka ia senantiasa ada yang menjaganya yang berasal dari Allah, dan ia tidak didekati oleh setan hingga pagi hari.”

5. Shahih pula dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

Barangsiapa membaca dua ayat dari akhir surah al-Baqarah dalam suatu malam, maka itu mencukupinya.”

Maknanya, wallahu a’lam, yakni menjaganya dari segala yang jahat.

6. Memperbanyak ta’awwudz dengan kalimat-kalimat sempurna dari keburukan makhluk ciptaan-Nya pada malam dan siang hari, dan ketika singgah di suatu tempat, dalam bangunan, padang pasir, udara atau laut. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Barangsiapa singgah di suatu tempat kemudian mengucapkan,

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

 “Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk ciptaannya.

maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya hingga ia pergi dari persinggahannya itu.”

7. Setiap muslim mengucapkan di awal siang dan di awal malam sebanyak tiga kali:

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.

Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun, baik di bumi maupun di langit, yang membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”


Karena shahihnya motivasi mengenai hal itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bahwa hal itu adalah sebab keselamatan dan segala keburukan.

Dzikir-dzikir dan ta’awwudz ini merupkan faktor terbesar untuk membentengi sihir dan keburukan-keburukan lainnya, bagi siapa yang memeliharanya dengan kejujuran, keimanan, keyakinan kepada Allah, bersandar kepadanya, dan lapang dada terhadap esensi yang ditunjukkannya. Ia juga merupakan senjata terbesar untuk menghilangkan sihir setelah terlaksana, disertai dengan memperbanyak merendah kepada Allah dan memohon kepada-Nya agar menghilangkan kemudharatan serta menghilangkan penderitaan.

Di antara doa-doa yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengobati berbagai penyakit akibat sihir dan selainnya, dan beliau meruqyah para sahabatnya dengannya,

Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit, dan sembuhkanlah Engkau adalah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penderitaan.”

Beliau membacanya tiga kali. Dan di antara ruqyah yang dengannya Jibril meruqyah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah ucapannya,

Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu dari keburukan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. Mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.”

Ulangi hal itu tiga kali.

Di antara penyembuhan sihir setelah sihir itu terlaksana, yaitu penyembuhan yang bermanfaat bagi seseorang ketika ia tidak mampu menyetubuhi isterinya, ialah mengambil tujuh daun bidara yang masih hijau lalu menumbuknya dengan batu atau sejenisnya dan meletakkannya di bejana serta menuangkan di atasnya air yang cukup untuk mandi dan dibacakan di dalamnya ayat Kursi, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, ayat-ayat sihir yang terdapat dalam surah Al-A’raf yaitu firman Allah,

Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf: 117-119)

Ayat-ayat dalam surah Yunus yaitu firman-Nya,

Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!’ Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.’ Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: ‘Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya.’ Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).” (QS. Yunus: 79-82)

Ayat-ayat yang terdapat dalam surat Thaahaa,

(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: ‘Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?’ Berkata Musa: ‘Silahkan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang)’. Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. ‘Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang’.” (QS. Thaahaa: 65-69)

Setelah membaca apa yang telah disebutkan tadi dalam air, ia minum darinya sebanyak tiga kali dan mandi dengan sisanya. Dengan hal itu, maka penyakit tersebut akan lenyap insya Allah. Jika merasa perlu untuk mempergunakannya dua kali atau lebih, maka tidak mengapa hingga penyakit tersebut lenyap. Di antara penyembuhan sihir juga, dan itu penyembuhan yang paling bermanfaat, ialah mengerahkan upaya untuk mengetahui tempat sihir itu; di tanah, gunung atau selainnya. Jika telah diketahui, dikeluarkan dan dihancurkan, maka sihir itu menjadi batal. Inilah yang bisa dijelaskan dari hal-hal yang bisa membentengi sihir dan menyembuhkannya. Dan Allah-lah Yang Memberikan taufik.

Adapun menyembuhkan sihir dengan amalan penyihir, yaitu mendekatkan diri kepada jin dengan penyembelihan atau pengabdian-pengabdian selainnya, maka ini tidak boleh. Karena ini merupakan perbuatan sihir, bahkan merupakan syirik besar. Yang wajib ialah waspada terhadap hal itu. Demikian pula tidak boleh mengobatinya dengan bertanya kepada para dukun, peramal dan pesulap serta mempercayain apa yang mereka ucapkan. Karena mereka tidak beriman dan karena mereka pendusta lagi suka melakukan dosa, yang mengklaim mengetahui perkara gaib dan mengelabui manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan supaya tidak mendatangi, bertanya dan memperdayai mereka.



Comments

Popular posts from this blog

Biaya Ruqyah

Tempat Ruqyah Di Surabaya

Ruqyah Syariah Surabaya